Malam ini aku baru merasakan, bagaimana rasanya rindu yang sangat mendalam, bahkan rindu pada orang yang tidak begitu penting… Bukan orang tua, bukan saudara, bukan keluarga, bukan sahabat, melainkan teman yang hanya sebatas teman. Dan tidak hanya itu, aku rindu juga pada sekolah dan guru-guruku di Jogja
Dec
31
RINDU
Category: Doa dan Puji Syukur, Sekolah, Teman | Leave a Comment
Nov
7
Kekecewaan dan kemarahaku…
Category: Pengalaman, Teman | Leave a Comment
KEKECEWAAN dan KEMARAHANKU hanya bisa ku tumpahkan ke sini, karena aku nggak bisa menumpahkan ini pada mereka, sahabat-sahabatku. Hari ini aku SEDIH, MARAH, dan KECEWA sama ketiga sahabatku, nggak perlu aku sebutin siapa aja, tapi, yang jelas aku kecewa sama mereka, karena apa? Mereka itu aneh, menurutku mereka selalu bertiga dan nyuekin aku, tapi mereka bilang, aku yang nyuekin mereka. Aku udah bilang sama mereka bahwa aku merasa mereka bersahabat hanya bertiga, nggak masalah sih, tapi yo mbok aku jangan dicuekin, toh aku juga sahabat mereka. Hm… Sebenernya aku mengatakan semuanya lewat surat, dan ada salah satu jawaban yang bikin aku heran: “Kalau menurut kamu aku selalu sama mereka, enggak juga tuh. Mungkin aku bersikap seperti itu karena kamu nggak bisa ngertiin aku” itu yang aku ingat. Gimana nih jawabannya? Aneh kan? Ya udah, terus aku bilang aja, “Sorry kalau menurutmu aku nggak bisa ngertiin kamu, tapi gimana aku bisa ngertiin kamu, kalau kamu nggak deket sama aku?” Ya udahlah, sekarang udah se-sekian kalinya aku tersakiti karena persahabatan. ANEH! Sahabat kok malah bikin sedih dan kecewa. Tapi…Ada maknanya juga dari semua ini:
1. Aku tau kalau sahabat-sahabatku yang aku sayangi ternyata nggak menyayangi aku sebesar aku menyayangi mereka.
2. Persahabatan itu sama aja seperti pertemanan biasa.
3. Persahabatan membutuhkan KEPERCAYAAN, KEJUJURAN, dan KESETIAAN.
Oct
17
Sahabatku…
Category: Puisi | Leave a Comment
Sahabatku, kubuatkan sebuah puisi untukmu…
Oh Sahabat…
Aku tau yang kau rasakan
Aku tau yang kau inginkan
Dan aku tau apa yang kau takutkan
Aku pernah merasakan itu
Aku pernah menginginkan itu
Dan aku pernah menakuti apa yang kau takuti
Aku tau kau sedih
Aku tau kau marah
Dan aku juga tau kau takut
Sudah kukatakan…
Jangan lakukan…
Tapi kau mengabaikannya
Lalu ku biarkan dan kukatakan…
Tapi janganlah kau menyesal…
Dan kau tetap melakukannya
Akhirnya
Kau menyesal
Kau marah
Karena ulahmu sendiri
Dan jangan sampai kau menyesalinya…
Seperti aku sangat menyesalinya…
Sahabatku…
Oct
17
Kamu…
Category: Puisi | Leave a Comment
Untuk mu…
Janganlah…
Kamu berikan isyarat
Kamu berikan tanda
Kamu pura-pura…
Bahwa kau bisa membalas perasaan ini
Janganlah…
Kamu memberikan harapan
Kepadaku yang selama ini menantimu
Karena jika ternyata kau tak dapat membalas perasaan ini
Kecewalah aku padamu
Janganlah…
Kamu berpura-pura baik padaku
Kamu berpura-pura perhatian padaku
Kamu berpura-pura menyayangi aku
Janganlah…
Kamu mengecewakan aku
Kamu menyakiti aku lagi
Kamu membuat aku sedih lagi
Aku lebih suka…
Kau apa adanya
Cuek…Tak peduli…
Padaku…
Dari pada kau baik…
Hanya karena terpaksa
Hanya karena disuruh
Hanya karena demi orang yang sebenarnya kau cintai
Aku lebih suka…
Jika kau baik padaku…
Karena kau menyayangiku
Atau…
Cuek saja padaku
Asalkan tak pernah disuruh
Untuk membahagiakan aku
Lebih baik aku yang menyayangimu…
Karena setulus hatiku…
Daripada jika kau menyayangiku…
Namun semua itu hanya fiktif belaka…
Namun ketahuilah…
Aku menyayangimu
Lebih besar dari yang kau kira
Oct
15
Curahan Hatiku…
Category: Puisi | Leave a Comment
Dari lubuk hatiku yang paling dalam, ku tulis yang ada di hatiku ini…
Aku…
Tak ingin dimarahi lagi
Tak ingin dihindari lagi
Tak ingin disakiti lagi
Aku selalu bertanya…
Apa aku tercipta untuk dimarahi?
Untuk dihindari?
Dan apa aku tercipta untuk disakiti?
Ketika aku mengalaminya…
Mengapa aku tak bisa melupakan itu?
Tak bisa membuat itu menjadi hanya sebuah mimpi buruk?
Dan mengapa aku tak bisa membuat segalanya seperti tak pernah terjadi?
Dan…
Ketika hal itu terulang lagi
Aku kembali bersedih
Hati dan otakku semakin tak bisa menghindarinya
Aku…
Hanya bisa menerima
Hanya bisa pasrah
Dan hanya bisa marah dalam hati
Aku…
Memang selalu salah
Selalu tak disenangi orang
Dan selalu aneh dimata orang
Itulah aku…
Sep
30
HARI INI
Category: Sekolah, Teman | Leave a Comment
Hari ini aku sedih dan heran, karena saat les tadi di sekolah, dia itu bikin aku sedih dan heran. Ceritanya, pertama-tamanya dia duduk di bangku lain, tapi setelah sahabat ceweknya dateng, tasnya dipindahin ke belakangku. Ya aku sih biasa aja. Nah, waktu les udah mulai, si Stevi, temen sebangkuku saat les, dia pindah ke sebelah temennya. Jadi dia nggak tau aku lagi apa. Terus, si sahabat yang ceweknya ini, memerlukan minyak, dan si dia pinjem ke aku, tapi aku nggak bawa. Aku heran, kenapa tumben kok dia mau ngomong sama aku, dan tumben dia nyari minyak. Eh…Ternyata sahabatnya yang perlu. Ya…sebenernya sih nggak apa-apa juga ya, tapi, aku heran aja! Kok tumben dia mau ngomong sama aku, apalagi saat itu untuk minjem minyak untuk sahabat ceweknya. Aku curiganya, dia disuruh (diminta tolongin) pinjem minyak ke aku :-?. Nah, kalau dia benci sama aku, dia nggak harus mau untuk minjem minyak ke aku. Ya nggak? Kalau toh dia disuruh (dipaksa) sama sahabatnya itu untuk ngomong sama aku, aku malah makin sedih, karena berarti, dia maunya ngomong sama aku karena terpaksa atau dipaksa, sedangkan sebenernya dia enggak mau. Nah terus, karena aku nggak bawa, dia ambil ke UKS, uh…perhatian banget ya dia sama sahabatnya, wajar juga sih… (:l Tapi… Ya gitu deh… Hehehe… Terus, aku juga ke heranan nih, aku tuh nulis sesuatu yang hanya 5 kata dan nggak penting yang aku tunjukin ke Lia. Terus, kertas itu hilang saat aku tinggal ke luar. Nggak tau aku mbuang atau memang hilang, aku lupa sih! Hehehe… Oiya, tadi waktu les, si dia nggak ke kelas les, tapi nggak apa-apa kok,
Keterangan: Dia: Orang yang kusuka
Sep
23
Hari ini aku sadar bahwa ternyata hatiku nggak kuat sama suatu informasi atau sama suatu kejadian, yang berhubungan dengan orang yang aku suka. Walau sesuatu itu nggak berharga bagi orang lain, tapi menurutku sesuatu itu sangat berharga bagiku, walau sekecil apapun bentuknya sesuatu itu. Entah barang, ucapan, kejadian, kenangan, atau apapun, yang bisa buat aku sedih, marah, kecewa, seneng, terharu, dan lain-lain. Aku nggak tau kenapa, selalu banyak harapan yang timbul di hatiku, untuk apa yang terjadi dengannya, atau apa yang akan dia lakukan padaku, pada orang lain. Aku juga selalu berharap, apa yang aku inginkan dari dia, dapat terpenuhi. Aku tak ingin dibedakan, aku ingin dia mau lebih dekat denganku , mau jadi temanku, mau ngobrol dengan aku, nggak nyuekin aku. Itu saja cukup. Nggak usah repot-repot beliin aku hadiah saat ulang tahunku, bikin kejutan, nggak usah, cukup ngobrol, temenan sama aku, dan nggak nyuekin aku aja itu cukup, sangat membahagiakan aku yang selama ini selalu sedih karena dia. Tapi apa? hal sekecil itupun dia nggak mampu atau mungkin nggak mau melakukan untukku. Apakah seburuk itu aku menurut dia? Aku juga ingin dia memperlakukan aku seperti dia memperlakukan teman-temanku, memperlakukan aku dengan baik, bukan memperlakukan aku kayak orang yang nggak berharga sama sekali. Aku heran sama dia, dia yang nggak mau berteman sama aku, bisa bersahabat sama teman lain, dan sahabatnya PEREMPUAN. Apa yang dia pikir tentang aku? Aku udah berusaha untuk nggak banyak berharap sama dia, tapi nggak bisa! Karena udah sekian lama aku menyimpan harapan sama dia, dia yang dulu aku kenal saat masih kelas 3, sangat beda sama dia yang aku kenal sekarang ini. Dulu dia mau barcanda sama aku, mau duduk bareng aku, tapi sekarang ini, dia nggak mau bicara sama aku. Apa dia bisu kalau ada di deket aku? Enggak mungkin banget. Tapi saat rekoleksi, dia mau minta maaf sama aku, tapi apa dia melakukan itu karena terpaksa? Saat itu rasanya aku bahagia…banget. Tapi setelah itu sama aja, karena dia udah nyuekin aku sampai sekarang, sampai detik ini. Aku juga sadar, setelah aku bener-bener nyimpen harapan sama dia, aku jadi sangat berlebihan, aku selalu sedih saat dia bisa bercanda, bisa ketawa sama temen lain, yang perempuan. Dia yang buat aku jadi berlebihan, dan aku pingin dia tau, jika dia nggak mau temenan sama aku karena aku orangnya berlebihan, itu karena dia. Aku pingin dia berhenti berbuat kayak gitu, biar aku enggak berlebihan selama aku masih kenal dan masih suka sama dia. Sejujurnya, aku juga seneng saat ada temen yang berusaha mendekatkan aku dengan dia. Nggak tau dengan cara apapun. Tapi sia-sia aja, karena dia nggak mau temenan sama aku. Itu anggapanku tentang dia, tapi nggak tau sama sahabatnya, sama orang yang bahagia karena dia, sama orang yang nggak pernah disakiti sama dia, contohnya sahabatnya yang berinisial I. Menurutku I nggak pernah disakiti sama dia, karena dia selalu memperhatikan I. Itulah sifat dia menurut aku.
Jun
25
Seneng deh…
Category: Umum | Leave a Comment
Aku sekarang lagi liburan di Comal lho, tapi aku berangkat kesini dengan keadaan sakit, tapi sekarang sih udah agak mendingan, aku juga seneng karena sekarang aku udah kelas enam, aku malah pingin cepet-cepet masuk nih, aku di kelas enam apa ya kira-kira??? Nggak usah dipikirin lah, yang penting aku naik kelas, mudah-mudahan aja aku sekelas sama Moni, Kak Rossa, dan Lia, supaya kita bisa bareng-bareng lagi. Setelah di Comal ini, aku mau ke Jakarta, terus kalau nggak salah aku mau ke Comal lagi, terus ke Jogja, terus kita juga mau ke Malaysia lho! Seru kan?! Mudah-mudahan aja aku udah sembuh ya waktu ke Malaysia, jadi jalan-jalannya enak, nggak pusing terus.
May
16
Aku Benci Kata-Kata “Najis”
Category: Sekolah, Teman | 2 Comments
Ih… Aku sebel banget sama temenku, namanya Bagas dan Bowo. Mereka bilang “Najis”, padahal itu adalah kata-kata yang aku benci, ya…walaupun mereka bilangnya ke orang lain, tapi kupingku nggak bisa denger kata-kata “najis” lagi, dan hatiku sakit kalau denger kata-kata “najis”. Bowo pernah bilang kata-kata “najis” di kelas juga, aku lagi tanya ke guru, dan kebetulan Lia ada di sana, Lia tau kalau aku tu benci sama kata-kata “najis”, jadi Lia bilang ke Bowo, “Untung nggak ada Dara disini” Padahal aku denger dari depan kelas, terus waktu aku kembali ke tempat duduk, semua pada diem, aku bilang, “Tadi Bowo bilang apa?!” Terus temenku ada yang njawab, “Bukan aku yang bilang lho” dia temen cowokku juga, yang pertamakali bikin aku gak bisa denger kata-kata “najis” itu ya dia, cowok itu. Gara-gara cowok itu, aku jadi nggak bisa denger kata-kata “najis” lagi… Aku bilang ke temen-temenku yang udah bilang “najis”, kalau jangan dibiasakan kebiasaan buruk itu, karena, kalau orang yang sensitif dan tidak terbiasa dibilang “najis” bisa aja sakit hati, ya kayak aku ini…Tadi di sekolah mulai pelajaran Ipa, hatiku udah di lukain, aku denger kata-kata “najis” dari bagas dan bowo, jadi, kata-kata dari Bagas belum ilang dari otakku,Bowo udah bilang. Gimana gak sakit hati coba, ya walaupun bukan cowok itu yang bilang dan bukan bilang ke aku, tetep aja aku sakit hati, lagian kenapa sih orang-orang seneng bilang “najis”? Apa untungnya coba?Apa mereka nggak mikirin perasaan orang yang dibilang “najis”, dan apa mereka tau arti kata najis? Nggak baik ngomong kayak gitu. Kata-kata itu gak akan bisa hilang dari otakku, termasuk yang bilang kata-kata itu pertamakali sama aku, gak akan pernah, kata-kata itu adalah kata-kata yang udah bikin aku sakit hati banget, karena artinya sih iya, tapi yang paling meyakitkan adalah yang bilang kata-kata itu ke aku pertama kali. Kenapa harus dia yang pertama kali bilang kata-kata itu ke aku?! Kalau yang udah tau siapa orang yang aku suka dan tau blogku ini, mungkin tau kenapa aku sakit hati banget kalau cowok itu yang bilang kata-kata “najis” ke aku pertamakalinya, pertamakalinya lho. Kenapa?! Kalau yang mau jawab di dalam hati aja ya…Nanti ketauan kan malu…
![]()
May
7
Apa Sih Maunya?
Category: Umum | Leave a Comment
Hari ini aku heran banget sama Moni. Jadi ceritanya, aku, Kak Rossa, Ega, Elsa, Lia, dan ada 3 orang lain, mau pergi ke Amplas. Tapi karena udah kebanyakan yang ikut (8 orang) jadi aku gak ajak Moni. Terus, Kak Rossa bilang ke Moni, terus Moni nya marah. Dia bilang dia nggak mau jadi sahabatku, Lia, dan Kak Rossa. Aku bingung jadinya, aku masih sayang sama Moni, dan Moni bilang, dia juga masih sayang sama kita, terus kenapa dia nggak mau jadi sahabat kita lagi?! Ya ada sih alesannya, tapi itu menunjukkan sikap egoisnya. Ya udahlah, aku biarin aja deh. Terserah dia mau nya gimana. Abisnya aku bingung sama kemauannya. Kadang aku main sama ini, gak boleh. Tapi kadang aku disuruh main sama ini. Males deh… Jadi kayak dia yang ngatur aku main sama siapa aja, padahak mami dan babapku nyuruh aku untuk main sama siapa aja…Capedeh…
