Hari ini aku sadar bahwa ternyata hatiku nggak kuat sama suatu informasi atau sama suatu kejadian, yang berhubungan dengan orang yang aku suka. Walau sesuatu itu nggak berharga bagi orang lain, tapi menurutku sesuatu itu sangat berharga bagiku, walau sekecil apapun bentuknya sesuatu itu. Entah barang, ucapan, kejadian, kenangan, atau apapun, yang bisa buat aku sedih, marah, kecewa, seneng, terharu, dan lain-lain. Aku nggak tau kenapa, selalu banyak harapan yang timbul di hatiku, untuk apa yang terjadi dengannya, atau apa yang akan dia lakukan padaku, pada orang lain. Aku juga selalu berharap, apa yang aku inginkan dari dia, dapat terpenuhi. Aku tak ingin dibedakan, aku ingin dia mau lebih dekat denganku , mau jadi temanku, mau ngobrol dengan aku, nggak nyuekin aku. Itu saja cukup. Nggak usah repot-repot beliin aku hadiah saat ulang tahunku, bikin kejutan, nggak usah, cukup ngobrol, temenan sama aku, dan nggak nyuekin aku aja itu cukup, sangat membahagiakan aku yang selama ini selalu sedih karena dia. Tapi apa? hal sekecil itupun dia nggak mampu atau mungkin nggak mau melakukan untukku. Apakah seburuk itu aku menurut dia? Aku juga ingin dia memperlakukan aku seperti dia memperlakukan teman-temanku, memperlakukan aku dengan baik, bukan memperlakukan aku kayak orang yang nggak berharga sama sekali. Aku heran sama dia, dia yang nggak mau berteman sama aku, bisa bersahabat sama teman lain, dan sahabatnya PEREMPUAN. Apa yang dia pikir tentang aku? Aku udah berusaha untuk nggak banyak berharap sama dia, tapi nggak bisa! Karena udah sekian lama aku menyimpan harapan sama dia, dia yang dulu aku kenal saat masih kelas 3, sangat beda sama dia yang aku kenal sekarang ini. Dulu dia mau barcanda sama aku, mau duduk bareng aku, tapi sekarang ini, dia nggak mau bicara sama aku. Apa dia bisu kalau ada di deket aku? Enggak mungkin banget. Tapi saat rekoleksi, dia mau minta maaf sama aku, tapi apa dia melakukan itu karena terpaksa? Saat itu rasanya aku bahagia…banget. Tapi setelah itu sama aja, karena dia udah nyuekin aku sampai sekarang, sampai detik ini. Aku juga sadar, setelah aku bener-bener nyimpen harapan sama dia, aku jadi sangat berlebihan, aku selalu sedih saat dia bisa bercanda, bisa ketawa sama temen lain, yang perempuan. Dia yang buat aku jadi berlebihan, dan aku pingin dia tau, jika dia nggak mau temenan sama aku karena aku orangnya berlebihan, itu karena dia. Aku pingin dia berhenti berbuat kayak gitu, biar aku enggak berlebihan selama aku masih kenal dan masih suka sama dia. Sejujurnya, aku juga seneng saat ada temen yang berusaha mendekatkan aku dengan dia. Nggak tau dengan cara apapun. Tapi sia-sia aja, karena dia nggak mau temenan sama aku. Itu anggapanku tentang dia, tapi nggak tau sama sahabatnya, sama orang yang bahagia karena dia, sama orang yang nggak pernah disakiti sama dia, contohnya sahabatnya yang berinisial I. Menurutku I nggak pernah disakiti sama dia, karena dia selalu memperhatikan I. Itulah sifat dia menurut aku.
Recently:
- RINDU
- Kekecewaan dan kemarahaku…
- Sahabatku…
- Kamu…
- Curahan Hatiku…
- HARI INI
- Penilaianku Tentang Orang yang Kusuka
- Seneng deh…
- Aku Benci Kata-Kata “Najis”
- Apa Sih Maunya?
Comments
This entry was posted on Wednesday, September 23rd, 2009 at 4:57 pm and is filed under Teman. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

?? ????? ?????? ?? ?? ?????. ??????? ???????. ?????? ??? ? PM, ?????????….
Hari ini aku sadar bahwa ternyata hatiku nggak kuat sama suatu informasi atau sama suatu kejadian, yang berhubungan dengan orang yang aku suka…..